Tampilkan postingan dengan label tugas B.Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas B.Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Mei 2011

Perbandingan antara sutlas.com dengan cinemayamovies.com

Dari sekian banyak situs atau web yang menyodorkan informasi-informasi tentang dunia travel dan dunia perfilman, terdapat salah satunya situs www.sutlas.com (informasi dalam dunia traveling) dan www.cinemayamovies.com (informasi dalam dunia perfilman) .

Kedua web ini memiliki keunggulan dan kelemahan dari setiap masing-masing kategori yang mereka bahas . Dan disini lah kita dapat melihat secara jelas tentang perbandingan antara www.sutlas.com dengan www.cinemayamovies.com .

Dua website tersebut sama-sama menggunakan platform Wordpress . Namun bukan wordpress yang "gratisan", tapi Wordpress self hosting . Kedua web tersebut memiliki kesamaan lain yaitu, menunya hanya satu "sample page" lihat pada sebelah atas web tersebut .

Menurut pemilik blog Hendynoize.net, kedua web tersebut tidak memiliki peranan yang terlalu penting dalam bidangya masing-masing . Karena ada banyak web yang lebih lengkap memberikan informasi tentang film contohnya seperti imdb.com dan untuk dibidang traveling ada www.traveling.com sebagai contoh .

Tapi jika hanya untuk sekedar referensi informasi, kedua web tersebut sudah cukup memberikan informasi dari kategori masing-masing . Kedua web tersebut lebih condong ke arah positif daripada negatifnya . Semua informasi dari kedua web tersebut memberikan suatu informasi yang positif dan bermanfaat bagi mereka yang memerlukan informasi dibidan traveling dan perfilman .

Negatif tidak ada ya, tidak ada script virus atau script berbahaya lainnya, dan juga tidak ada artikel yang menjurus kearah negatif .
Namun, ada pula sedikit sisi negatif dari kedua web tersebut . Kedua web tersebut tidak cocok untuk dibuka di mobile browser karena kapasitas yang terlalu berat tidak memungkinkan untuk membukanya via mobile .

Pada kesimpulannya, semua informasi deari kedua web tersebut memberikan informasi yang positif dan bermanfaat bagi yang memerlukan informasi dibidang traveling dan info dunia perfilman .
Saya tidak menemukan sesuatu yang negatif, karena tidak ada script yang membahayakan ataupun artikel yang isinya membawa dampak negatif . Saya berikan kategori yang save dan layak pakai .

Tapi saya menyarankan kedua web ini tidak cocok di buka di mobile browser karena size nya yang terlalu besar dan agak sedikit berat .

Kamis, 14 April 2011

Saraswati Si Gadis dalam Sunyi


RESENSI NOVEL
Oleh

EKA CAHYA PUSPITA
Npm. 041110018








FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS PAKUAN



BOGOR
2011

RESENSI NOVEL

Judul Novel   : Saraswati Si Gadis Dalam Sunyi
Penulis       : AA. Navis
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama, 2002
Tebal         : 136 halaman

     Novel yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama ini merupakan salah satu novel yang menarik untuk dicermati. Novel ini sebenarnya lebih merujuk kepada kisah seorang gadis bisu tuli yang berjuang hidup sendiri  di tengah-tengah adanya sebuah pemberontakan .
Cerita tentang Saraswati banyak diangkat oleh penulis yang bernama Ali Akbar Navis lahir di Padang Panjang, 17 November 1924 .
Saras sendiri adalah tokoh yang dikenal dalam ruang lingkup yang berkaitan dengan penderitaan. Kebanyakan yang diceritakan dalam filosofi Saras adalah tentang kehidupan nyata dan bagaimana kita menyikapi kehidupan ini dengan baik. Kisah-kisah Saras juga banyak memberi kita pelajaran tentang bagaimana arti kehidupan orang-orang cacat di tengah orang yang tidak cacat .
Dalam novel ini, si penulis, AA. Navis tidak bermaksud membicarakan Saraswati, tetapi hanya memakai ‘kisah-kisah Saraswati’ untuk mengangkat hikmat orang ke tingkat yang lebih tinggi ke pencerahan.
Yang mendorongnya adalah keyakinan betapa baiknya mengelola sumber daya manusia lewat cerita. Akan lebih bagus lagi jika kita bisa mencari makna yang terkandung dari ‘kisah-kisah Saraswati’ dengan cara mempergunakannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Namun, dalam isi novel ini, penulis hanya mengambil sedikit dari ‘kisah-kisah Saraswati’ tersebut tanpa memasukkan hal lain yang bisa menghasilkan makna lebih bermanfaat bagi manusia pada khususnya.
Penulis juga tidak terlalu banyak membicarakan tentang sejarah, siapa, dan bagaimana kehidupan dari Saraswati sendiri. Sebenarnya, apabila kita ingin mengenal karya orang lain, kita juga harus mengenal baik siapa yang membuat karya tersebut.
Novel ini menyajikan kisah yang tersebar di 14 bab. Tebal seluruhnya 136 halaman, termasuk pendahuluan. Novel inimasih menggunakan bahasa Indonesia uang baku dan kental dengan istilah-istilah bahasa Padang, dimana yang merupakan tempat lahir si prnulis .
Sekedar mendapatkan tentang kesan umum akan daya tarik novel ini, simak saja judul-judul novel karya AA. Navis, antara lain; 1. Robohnya Surau Kami (1956); 2. Kemarau (1964); 3. Kembali dari Alam Barzakh (1967); 4. Padang Kota Tercinta (1969); 5. Di Sepanjang Pantai Purus (1971); 6. Gerhana (1975); 7. Di Lintasan Mendung (1983); 8. Bertanya Kerbau Pada Pedati (2002);
Konon tidak jarang pula pelaku Saraswati harus bergulat belasan tahun dengan segala derita dan kekalutan batin untuk memecahkan satu masalah. Makanya, pengalaman rohani mereka tidak terelakkan.
Dalam novel ini pula si penulis menginginkan kita sebagai pembaca agar bisa tegar dalam mengahadapi segala macam masalah yang tengah dihadapi . Tidak perlu merasa rendah diri atas kekurangan yang kita mikili, melainkan kita harus menonjolkan kelebihan kita yang tidak dimiliki oleh orang lain .
     Latar yang disisipkan dalam cerita ini terdapat kota Jakartasebagai tempat tinggal Saras bersama keluarganya dahulu sebelum semua anggota keluarganya meninggal akibat pemberontakan di Bandung .
     Kemudian terdapat kota Padang, tempat dimana saras hijrah ketempat sanak sudaranya dan memulai kehidupan yang baru disana .
     Hingga akhirnya saras menikah dengan salah satu sanak saudaranya yang bernama Busra, Busra adalah seorang anak dari kakak mendiang ayahnya . Dari melewati aral terjal kehidupan yang pahit Saras pun dapat hidup bahagia dengan Busra dan hijrah ke Solo .

Senin, 28 Maret 2011

Benarkah Hukum Dapat Di beli ?

Negara Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi terhadap peraturan hukum . Adanya Pancasila, UUD 1945 adalah bukti bahwa semua hal tentang hukum negara kita di atur didalamnya . Tetapi pada prakteknya, hal yang berkenaan dengan hukum di negara ini belum dijalankan dengan baik sesuai peraturan yang sudah dibuat . Ini di sebabkan karena banyak keterkaitan oknum penegak hukum didalamnya yang menjadikan sistem hukum itu sendiri menjadi tidak tertata dengan baik .


Banyak kasus yang kita lihat tentang permasalahan hukum di negara ini, baik dalam kasus perorangan maupun golongan. Seperti kita ketahui bersama bahwa bukan hal yang aneh lagi ketika melihat seorang narapidana yang memiliki jabatan dan uang yang lebih dapat keluar masuk penjara dengan bebas dan mendapatkan fasilitas yang nyaman . Jauh berbeda jika di bandingkan dengan seorang yang tertangkap basah mencuri pakaian dalam lalu di hakimi dan di jebloskan ke dalam penjara tanpa mendapatkan fasilitas yang nyaman .